Skip to content

PENGARANG CERITA SILAT TIONGKOK TERBESAR SEPANJANG MASA

28 August 2010
tags:

Di dalam dunia fiksi Cerita Silat China terdapat 3 tokoh pengarang utama:
1. Liang Yusheng, yang dipandang sebagai pencipta dari Cerita Silat Gaya Baru.
2. Jin Yong, yang merupakan penulis cerita silat terpopuler, ialah yang telah membawa novel cerita silat mencapai puncak kejayaannya.
3. Gu Long, yang dianggap sebagai penulis cerita silat terbesar yang terakhir. Gaya dari ketiga laki-laki hebat ini cukup berbeda, karya Liang Yusheng dipandang sebagai karya yang ortodok, Jin Yong karya-karyanya dianggap semi-ortodok, dan Gu Long memiliki gaya yang tidak ortodok/modern.

Karakteristik tokoh-tokoh jagoan dalam karya-karya mereka adalah sebagai berikut:

Liang Yusheng: Semua cerita-ceritanya memiliki latar belakang historis, biasanya pada masa kekacauan dan peperangan dalam sejarah China. Tokoh jagoannya, karena latar belakang kemampuan silat/kungfu mereka, merasa terpanggil untuk memberikan sumbangsih yang terbaik kepada negara dan rakyat negaranya. Sebagai anggota-anggota dari partai-partai silat ortodok, mereka sangat idealistis dan seringkali melayani Kaisar dan pemerintahan negaranya karena mereka merasa bahwa Kaisar dan pejabat-pejabat pemerintahannya mewakili negara mereka. Meskipun mereka mencoba melakukan yang terbaik, usaha mereka mendapat tantangan berat dari pejabat yang korup yang dibantu oleh jago-jago silat jahat.
Pada akhir cerita, sang tokoh jagoan belum mampu mencapai apa-apa. Cerita-cerita dari Liang Yusheng selalu berakhir dengan tragis.

Jin Yong: Hampir semua novel-novelnya memiliki latar belakang historis, masa-masa kekacauan saat negara-negara pergi berperang untuk menguasai China Daratan atau berbagai orang/grup berjuang dengan keras untuk memperoleh kekuasaan di dalam dunia persilatan. Tokoh-tokoh jagoan Jin Yong seringkali sama sekali tidak memiliki ambisi untuk menjadi orang penting dalam masyarakat, namun karena berbagai hal, mereka terseret masuk ke dalam pusaran peperangan, politik, masalah-masalah rasial, dan dendam yang turun-temurun.

Tokoh-tokoh Jin Yong memulai latihan mereka dengan sekolah-sekolah kungfu ortodok, namun setelah itu mereka belajar gaya yang non-ortodok untuk mengembangkan kemampuan asli mereka. Sangat berjiwa patriotik, mereka bersedia mengorbankan diri mereka sendiri bagi negara dan rakyatnya, namun mereka menolak untuk melayani pemerintahan yang ada karena mereka tidak memiliki kepercayaan kepada pemerintahan dengan pejabat-pejabatnya yang korup dan kaisar-kaisarnya yang bodoh.

Tokoh-tokoh utama dalam novel Jin Yong pada akhirnya menjadi pemimpin/tokoh penting dan sukses, namun mereka menghadapi berbagai dilema, seringkali terpecah antara “baik” dan “buruk”, “han” atau “orang barbar”, “persahabatan” atau “kesetiaan”, “cinta” atau “tanggungjawab”, dsb. Setelah mencapai (sebagian) dari tujuan mereka, mereka mengasingkan diri dari masyarakat untuk
menjalani kehidupan sederhana bersama dengan orang yang mereka cintai, ke tempat yang terasing jauh dari dunia persilatan yang penuh dengan pertumpahan darah.

Akhir cerita yang bahagia dari novel-novel Jin Yong semuanya mengandung sedikit tragedi, meskipun tokoh-tokoh utama dalam novel Jin Yong berhasil mencapai prestasi yang luar biasa dalam dunia persilatan dan (seringkali) berhasil menemukan cinta sejati dalam hidup mereka, mereka merasa kecewa karena mereka tahu meski mereka dapat menemukan kedamaian itu, banyak orang masih mengalami penderitaan dan tak banyak yang dapat mereka lakukan untuk itu.

Gu Long: Tidak berlatarbelakangkan sejarah. Latar belakang ilmu silat dari tokoh-tokoh utamanya juga tidaklah jelas. Mereka sama sekali tidak menunjukkan sikap hormat kepada pejabat dan pemerintah. Penekanan cerita Gu Long adalah pada persahabatan sejati antar tokoh-tokoh pria utamanya. Tokoh-tokoh tersebut melakukan petualangan murni karena rasa keingintahuan dan sifat keadilan mereka.

Tokoh-tokoh utama Gu Long sedikit menyerupai Scooby Doo dan gerombolannya. Chu Luxiang berkata kepada teman-temannya: “Orang yang membunuh Lingjiuzi, Zuo Youzheng, dan yang lainnya; Ninja yang menyerang saya di dekat danau; laki-laki yang menyamar sebagai pendekar pedang jepang,

DAN orang yang bertanggungjawab atas kematian Nangong Ling… mereka sebetulnya adalah orang yang sama! Dan ia adalah si biksu Wuhua!!!” Wuhua menjawab: “Ya! Dan saya seharusnya bisa bebas dari semua ini, kalau bukan karena engkau bocah tukang turut campur!!!”

Seorang penulis terkenal pernah berkata bahwa tokoh-tokoh jagoan Liang Yusheng adalah tokoh-tokoh yang Confucianist: idealistik dan moralistik. Tokoh-tokoh utama Jin Yong adalah tokoh-tokoh yang bersifat Buddhist: enggan bersinggungan dengan perkara-perkara duniawi, mencoba menghindari penderitaan. Tokoh-tokoh Gu Long, di sisi yang lain, adalah Taoist: bebas dan tak terikat.

LIANG YUSHENG (SANG PELOPOR)
Liang Yusheng merupakan nama pena Chen Wuntong. Ia lahir di kabupaten Mengshan, propinsi Guangxi. Tumbuh dalam sebuah keluarga yang terkemuka, ia memiliki kesempatan untuk membaca banyak tulisan-tulisan dan puisi-puisi klasik. Ia mengikuti Profesor Jian Youwun mempelajari sejarah di tahun 1943, dan kemudian masuk ke Universitas Lingnan untuk belajar ilmu Ekonomi Internasional. Setelah lulus ia bekerja di surat kabar Sin Wan Bao di Hong Kong, dan tinggal di sana setelah tahun 1949.
Liang Yusheng suka membaca novel-novel keksatriaan sejak ia masih kanak-kanak. Sebagai seorang penulis berbakat yang menaruh minat kepada sejarah dan kesusasteraan, ia telah menulis banyak kolom, kritik, dan esai dibawah berbagai nama seperti Liang Hueru dan Fong Yuning.
Pada tahun 1954 Hong Kong mengadakan sebuah perlombaan untuk umum menampilkan dua sekolah silat terpandang, Taiji dan Baihe. Seluruh kota sangat bergairah dan menantikannya. Surat kabar, Sin Wan Bao, sehubungan dengan itu mendorong Liang Yusheng untuk menulis sebuah serial silat untuk menghibur para pembacanya. Liang Yusheng pun mulai menulis novel pertamanya yang diberi judul Longhu Dou Jinghua, yang sangat sukses di pasaran. Ia pun terus menulis dan menjadi terkenal. Dari tahun 1954 sampai 1984 ia telah menghasilkan 36 buah buku. Liang Yusheng diakui sebagai penulis cerita silat Hong Kong yang paling berpengaruh sama seperti reputasi yang dimiliki Jin Yong.
Biasanya Liang Yusheng mengawali novel-novelnya dengan sebuah puisi. Tokoh utama dalam novel-novelnya serba bisa dan tertarik kepada kesusasteraan. Menggabungkan kejadiaan-kejadian sejarah dengan kisah-kisah fiksi juga merupakan gaya Liang Yusheng. Ia tidak memandang Shaolin dan Wudang sebagai partai silat utama seperti yang dilakukan penulis-penulis cerita silat lainnya, sebaliknya ia memuja Partai Tianshan sebagai partai silat yang terutama.
Tiga buah novel karyanya yang ia sendiri paling sukai adalah Pingzong Siaying Lu, Nyudi Ciying Jhuan, dan Yunhai Yugong Yuan.
THN HOKKIAN INDONESIA
1. THAY KEK KIE HIAP TOAN I LELAKONNJA DUA SAUDARA SEPERGURUAN
2. THAY KEK KIE HIAP TOAN II LELAKONNJA DUA SAUDARA SEPERGURUAN
3. TJHIT KIAM HEE THIAN SAN TUJUH JAGO PEDANG DARI THIAN SAN
4. GIOK LO SAT – PEK HOAT MO LIE WANITA GAGAH PERKASA – HANTU WANITA BERAMBUT PUTIH
5 TJAUW GUAN ENG HIONG TOAN PAHLAWAN2 DARI PADANG RUMPUT
6. KANG OUW SAM LIE HIAP TIGA DARA PENDEKAR
7. HOAN KIAM KIE TJENG SEBILAH PEDANG MUSTIKA
8. PENG TJONG HIAP ENG DUA MUSUH TURUNAN
9. PENG TJOAN THIAN LIE BIDADARI DARI SUNGAI ES
11. SAN HOA LIE HIAP PENDEKAR WANITA PENYEBAR BUNGA
12. LIE TEE KIE ENG PENDEKAR ANEH
13. LIAN KIAM HONG IN KISAH PEDANG BERSATU PADU
14. YIN HAN GIOK KONG LU PERJODOHAN BUSUR KEMALA
15. PENG POK HAN KONG KIAM PEDANG INTI ES
16. PENG HO SWI KIAM PEDANG DI SUNGAI ES
17. HONG LUI TJIN KIU TJIU GEGER DUNIA PERSILATAN
18. HIAT KUT THIAN SIN PENDEKAR JEMBEL
19. TAY TONG YOE HIAP TOAN KISAH BANGSA PETUALANG
20. LIONG HONG POO TJEE YAN TUSUK KONDE PUSAKA
21. PENDEKAR LATAH
22. HUI KIAM SIM MO JIWA KSATRIA
23. HOEI HONG TJIAM LIONG MUSUH DI BALIK SELIMUT
24. HAN HAY HIONG HONG PAHLAWAN GURUN
25. PENDEKAR SEJATI
26. KELANA BUANA
27. PATRIOT PADANG RUMPUT
28. DURJANA DAN KSATRIA
29. TARUNA PENDEKAR
30. BU TONG IT KIAM
31. BONG HIAP, THIAN KIAUW MO LIE PENDEKAR GILA, TIGA TOKOH NAGA SAKTI

JIN YONG (SI GURU BESAR)

Jin Yong, yang memiliki nama asli Cha Liang Yong atau dikenal sebagai Louis Cha di kalangan internasional, dilahirkan di Zhejian China pada tahun 1924. Dia sebenarnya belajar untuk menjadi seorang diplomat namun malah mengejar karir di bidang jurnalistik. Bosan hanya menulis berita, Jin Yong mulai mencoba menulis resensi film, menulis skenario film, sampai pada akhirnya menulis novel. Menulis novel inilah rupanya kekuatan utama dari Jin Yong.

Novel pertama Jin Yong ditulis pada tahun 1955 dengan judul Pedang dan Kitab Suci (Shu Jian En Chou Lu). Novel ini diterbitkan secara berseri di suratkabar Xin Wan Bao, Hong Kong, dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Jin Yong kemudian mendirikan suratkabarnya sendiri, dengan nama harian Ming Pao Daily, dan menerbitkan novel-novelnya secara berkala di suratkabarnya tersebut.

Secara total terdapat 13 novel (12 novel panjang dan 1 novel pendek) dan 2 cerita pendek yang ditulis Jin Yong dalam selang waktu 17 tahun, dari tahun 1955 sampai 1972.

JUDUL
1. PEDANG DAN KITAB SUCI SHU JIAN EN CHOU LU
2. PEDANG ULAR EMAS BI XUE JIAN
3. LEGENDA PENDEKAR RAJAWALI SHE DIAO YING XIONG ZHUAN
4. KEMBALINYA SANG PENDEKAR RAJAWALI SHEN DIAO XIA LU
5. RASE TERBANG DARI PEGUNUNGAN SALJU XUE SHAN FEI HU
6. SI RASE TERBANG FEI HU WAI ZHUAN
7. PEDANG LANGIT & GOLOK NAGA YI TIAN TU LONG JI
8. SEPASANG GOLOK MUSTIKA YUAN YANG DAO
9. KUDA PUTIH MENGHIMBAU ANGIN BARAT BAI MA XIAO XI FENG
10. PEDANG HATI SUCI LIAN CHENG QUE
11. PENDEKAR-PENDEKAR DARI NEGERI TAYLI TIAN LONG BA BU
12. MEDALI WASIAT XIA KE XING
13. HINA KELANA XIAO AO JIANG HU
14. KAKI TIGA MENJANGAN LU DING JI
15. PEDANG PUTERI YUE YUE NU JIAN

Tahun 1972 Jin Yong menyelesaikan penulisan novelnya yang terakhir, Kaki Tiga Menjangan (Lu Ding Ji), yang telah dimulainya sejak 1969 dan berikrar untuk tidak menulis novel lagi. Sampai hari ini ikrarnya masih tetap dipegang, namun nama besarnya terus hidup.

Gulong ( si Sukma Bebas )
Gu Long, yang memiliki nama asli Xiong Yaohu (1937-1985), merupakan penulis cerita silat terpopuler di Taiwan. Keluarganya berasal dari propinsi Jiangxi, China, dan Gu Long lahir di Hong Kong pada tahun 1937. Pada saat berumur 13 tahun, ia pindah ke Taiwan bersama kedua orangtuanya, yang bercerai tidak lama setelah itu.
Pada masa awal hidupnya di Taiwan, Gu Long tinggal di sebuah kota tua bernama Ruifang di pinggir kota Taipei, dan mengambil studi di jurusan Inggris sebuah akademi terkemuka Tamkang English Junior College (sekarang bernama Universitas Tamkang).
Tidak seperti kebanyakan orang yang berusaha keras menyelesaikan studinya agar dapat bekerja di kota besar, Gu Long tidak menyelesaikan studinya dan malah kembali ke kota kecilnya untuk menjalani kehidupan tenang dan mewujudkan impian hidupnya: mengarang buku.
Gu Long mulai menulis novel di usia 11 tahun dan memperoleh royalti tulisannya yang pertama di usia 19 tahun. Tema utama novel dan prosanya pada awalnya adalah cinta, namun namanya baru melambung dan dikenal orang saat teman-temannya mendorongnya untuk menulis novel cerita silat. Pada awal tahun 60-an Gu Long, di usianya yang ke-23, berkonsentrasi penuh menulis cerita silat. Kisah cinta dalam novel-novel silatnya begitu realistis, mungkin karena pengalamannya sekian tahun menulis kisah cinta, dan gaya penulisannya begitu unik dan orisinil.
Karir Menulis
Karya Gu Long muncul pada waktu yang tepat saat novel cerita silat sedang digemari baik di Taiwan maupun di Hong Kong. Karir menulisnya yang berlangsung lebih dari 20 tahun secara kronologis dapat dibagi ke dalam 3 periode utama. Karya-karyanya yang ditulis pada periode pertama, seperti Cangqiong Shen Jian dan Piao Xiang Jian Yu, tidak berbeda dengan karya-karya novelis-novelis umum lainnya.
Pada periode yang kedua barulah Gu Long mengekspresikan gayanya yang khas dan unik serta pemikirannya yang dalam. Karyanya seperti Da Qi Yingxiong Zhuan dan Juedai Xuang Jian (Pendekar Binal/The Remarkable Twins) telah mampu menempatkan dirinya sejajar dengan tiga novelis utama Taiwan, Zhu Qingyun, Wo Longsheng, dan Si Maling; mereka berempat disebut dengan “The Four Masters of Taiwan”. Setelah itu muncullah karya-karyanya yang paling terkenal, seperti Chu Liu Xiang (Pendekar Pencabut Nyawa) dan Duoqing Jianke Wuqing Jian (Pendekar Budiman/Romantic Swordsman). Cerita Chu Liu Xiang yang menggabungkan cerita silat, detektif, dan tema cinta, begitu mempesona dan diakui sebagai kisah Sherlock Holmes-nya Asia.

Meski Gu Long tidak pernah berhenti menemukan ide-ide baru untuk menghibur para pembacanya, cerita-cerita yang dibuatnya di periode yang terakhir dalam perjalanan karirnya tidak disambut sebaik buku-buku yang ia tulis sebelumnya. Setelah tahun 1975 karyanya menjadi semakin buruk, dan gayanya telah banyak ditiru oleh para penulis pendatang baru. Saat gayanya memudar, kejayaan novel-novel cerita silat pun turut surut bersamanya.

Sebuah Pribadi yang Kontroversial
Gu Long merupakan seorang yang berkepribadian unik dan kontroversial. Ia hanya mau berbicara dengan mereka yang dikenalnya dengan baik. Ia selalu memulai penulisannya dengan memotong kukunya terlebih dahulu (temannya menjelaskan bahwa sesungguhnya Gu Long menggunakan waktu tersebut untuk menyusun dalam benaknya alur cerita yang akan ditulisnya). Ia kadang duduk dan berbaring di atas sebuah papan tulis, karena percaya dengan melakukan itu inspirasi akan mengalir memasukinya.
Gu Long sangat suka minum alkohol dan merupakan seorang perokok berat. Ia dapat menghabiskan rata-rata 2 bungkus rokok dalam semalam penyusunan novelnya. Ia juga memiliki reputasi yang buruk di mata penerbit-penerbit, karena ia meminta pembayaran royalti yang tinggi di muka kepada penerbitnya, namun kemudian gagal menyelesaikan novelnya sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan. Akan tetapi penerbit-penerbitnya tersebut menerima saja dari waktu ke waktu, karena mereka takut kehilangan Angsa Emas mereka tersebut.
Kisah Cinta
Kesempurnaan hidup di mata Gu Long terdiri dari pena, alkohol, dan wanita cantik. Ia menikah 2 kali dan keduanya berakhir dengan perceraian. Dari ke-2 pernikahannya itu ia dikaruniai 3 orang putra dan sebuah luka batin yang mendalam. Kegagalannya dalam membina keluarga mungkin dapat dikatakan karena sifatnya yang suka berfoya-foya.
Namun meski gagal dalam 2 pernikahannya tersebut, Gu Long tidak pernah kekurangan wanita cantik dalam hidupnya. Dunia literatur pada waktu itu begitu penasaran mengapa seorang Gu Long yang tampangnya biasa-biasa saja dapat memikat begitu banyak wanita cantik. Sebagian mengatakan bahwa itu dikarenakan kekayaannya, namun Ding Qing murid dari Gu Long, yang mengenalnya dengan baik, mengatakan bahwa karisma Gu Long ada dalam kesepiannya – dan itulah yang telah memikat begitu banyak wanita cantik. Wanita-wanita yang mengenal Gu Long mengerti bahwa ia adalah seorang laki-laki kesepian yang mengejar hal-hal yang baru karena hatinya yang penuh dengan kesepian. Karenanya, Gu Long telah mencintai banyak wanita, namun tidak ada satu hubungan pun di antaranya yang berlangsung lama.
Meski Gu Long tidak dapat hidup tanpa teman wanita, ia seringkali mengabaikan wanita yang dicintainya untuk bisa bersama-sama dengan teman-temannya. Sikapnya ini, yang menganggap teman wanita mudah dicari namun sahabat baik sulit untuk ditemukan, telah menimbulkan kebencian di hati teman-teman wanitanya, begitu juga sikapnya yang menganggap hidup ini dengan tidak serius. Akibatnya ke-2 wanita yang menceraikannya dan wanita-wanita lain yang pernah dekat dengannya semua berakhir dengan tidak pernah dapat mengampuni sikapnya itu.

Gu Long sebenarnya ingin mengubah cara hidupnya, namun ia tidak mampu. Ia tidak ingin orang lain seperti dirinya. Ia sadar betapa banyak hutang cinta yang dimilikinya.
Kehidupannya yang Singkat
Gu Long menjadi termasyur di usia muda, namun ia juga meninggal di usianya yang masih muda, pada umur 48 tahun, tanggal 21 September 1985. Ia mati karena alkohol. Alkohol telah menjadi sahabatnya melewati masa susah dan senangnya, namun juga telah menjadi penyebab kerusakan hatinya (Gu Long mengidap sakit pengerasan di hatinya/hepatocirrhosis).
Pada tanggal 21 September 1985 Gu Long jatuh koma, dan kata-kata terakhirnya adalah: “Mengapa tidak ada salah seorang teman-teman wanitaku yang datang mengunjungi aku?” Malam itu pukul 6:06pm, di rumah sakit Tri-service Taipei, Gu Long mengakhiri penjalanan hidupnya, meninggalkan lingkaran karya tulisnya dan dunia ini untuk selamanya.
Para penggemar karya-karyanya terkejut dengan berita tersebut. Teman-teman baiknya menitikkan air mata di depan batu nisannya, tidak mempercayai kepergian Gu Long yang begitu cepat tersebut. Namun, hampir tidak ada seorang pun sanak-saudara, termasuk wanita-wanita yang pernah pernah satu waktu dekat dengannya, hadir pada acara penguburannya.
Para profesional menulis untuk mengungkapkan penyesalan mereka akan perginya Gu Long: Ngai Hong berkata, orang menggunakan Jin Yong sebagai panutan sebelum munculnya novel-novel Gu Long. Hanya Gu Long yang dapat mendobrak keteladanan Jin Yong tersebut dan menciptakan sebuah gaya yang baru. Insan televisi dan dunia film berkomentar bahwa karya Gu Long merupakan sebuah terobosan dalam sejarah novel-novel cerita silat. Gu Long tidaklah mati, karena karya-karyanya akan tetap bersama dengan kita, teristimewa kreativitasnya yang telah memberi kita cara berpikir yang baru.

1. CANGQIONG SHEN JIAN DIVINE SKY SWORD
2. YUE YI XING XEI EERIE MOON AND EVIL STAR
3. JIAN QI SHU XIANG THE AURA OF THE SWORD AND THE FRAGRANCE OF THE BOOK
4. XIANG FEI JIAN LADY XIANG’S SWORD
5. JIAN DU MEI XIANG THE POISONOUS SWORD AND THE FRAGRANT PLUM BLOSSOM
6. GUXING ZHUAN THE LONESTAR SWORDSMAN
7. SHI HUN YIN THE STORY OF THE LOST SOUL
8. YOU XIA LU THE TALE OF A WANDERING SWORDSMAN
9. HU HUA LING FLOWER-GUARDING BELL AMANAT MARGA
10. CAI HUAN QU TUNE OF THE COLOURFUL RING
11. CAN JIN QUE YU BROKEN GOLD AND INCOMPLETE JADE
12. PIAO XIANG JIAN YU LINGERING FRAGRANCE IN THE RAIN OF SWORD
13. JIAN XUAN LU THE TALE OF A REMARKABLE SWORD
14. JIANKE XING THE JOURNEY OF A SWORDSMAN
15. HUAN HUA XI JIAN LU THE TALE OF REFINING THE SWORD LIKE CLEANSING THE FLOWER MISTERI KAPAL LAYAR PANCA WARNA
16. QINGREN JIAN THE LOVER’S SWORD
17. DA QI YINGXIONG ZHUAN (TIE XIE DA QI) THE LEGEND OF THE PASSIONATE DAQI HERO
18. WULIN WAI SHI A FANCIFUL TALE OF THE FIGHTING WORLD PENDEKAR BAJA
19. MING JIAN FENGLIU A GRACEFUL SWORDSMAN RENJANA PENDEKAR
20. JUEIDAI XUANG JIAN THE REMARKABLE TWINS PENDEKAR BINAL
21. CHU LIUXIANG CHUANQI THE LEGEND OF CHU LIUXIANG PENDEKAR PENCABUT NYAWA
22. XIE HAI PIAO XIANG LINGERING FRAGRANCE IN THE SEA OF BLOOD MALING ROMANTIS
23. DA SHAMO THE GREAT DESERT RAHASIA CIOK KWAN IM
24. HUAMEI NIAO THE THRUSH PERISTIWA BURUNG KENARI
25. CHU LIU XIANG SEQUEL TO CHU LIU XIANG
26. GUI LIAN XIA QING THE LOVE STORY OF A GHOST AND A SWORDSMAN PENDEKAR HARUM
27. DUOQING JIANKE WUQING JIAN THE SENTIMENTAL SWORDSMAN AND THE RUTHLESS SWORD PENDEKAR BUDIMAN
28. BIANFU CHUANQI THE LEGEND OF THE BAT
29. HUANLE YINGXIONG A MERRY HERO PENDEKAR RIANG
30. DA RENWU A BIG SHOT TOKOH BESAR
31. TAOHUA CHUANQI THE LEGEND OF THE PEACH BLOSSOM
32. XIAO SHIYI LANG THE LEGEND OF THE DEER-CARVING SABRE CINTA KELABU SEORANG PENDEKAR
33. LIUXING, HUDIE, JIAN SHOOTING STAR, BUTTERFLY, SWORD
34. JIUYUE YING FE THE EAGLE FLYING IN SEPTEMBER GADIS BONEKA
35. QI ZHONG WUQI SEVEN KINDS OF WEAPONS
36. CHANGSHENG JIN LONGEVITY SWORD PEDANG PANJANG UMUR
37. BIYU DAO JADE SABRE GOLOK KEMALA HIJAU
38. KONGQUE LING PEACOCK FEATHER BADIK MERAK
39. DUOQING HUAN SENTIMENTAL RING
40. BAWANG CIANG KING SPEAR
41. TIANYA, MINGYUE, DAO THE END OF THE WORLD, THE BRIGHT MOON, THE SABRE PERISTIWA BULU MERAK
42. QI SHASHOU SEVEN ASSASSINS
43. JIAN, HUA, YIANYU, JIANG NAN SWORD, FLOWER, MISTY RAIN, SOUTH OF THE YANGZI RIVER
44. CIANGSHOU, SHOUQIANG THE GUNMAN AND THE PISTOL
45. SAN SHAOYE DE JIAN THE SWORD OF THE THIRD LITTLE MASTER PENDEKAR GELANDANGAN
46. HUOPIN XIAO SHIYI LANG THE SEQUEL TO THE DEER-CARVING SABRE
47. QUANTOU FISTS
48. LU XIAOFENG CHUANQI THE LEGEND OF LU XIAOFENG
49. XIUHUA DA DAO THE BANDIT WHO DID NEEDLEWORK
50. JUEZHEN QIAN HOU BEFORE AND AFTER THE FINAL DUEL
51. BIAN CHENG LANGZI THE BLACK SABRE PERISTIWA MERAH SALJU
52. XIE YINGWU THE BLOODY PARROT
53. BAI YU LAOHU WHITE-JADE TIGER HARIMAU KEMALA PUTIH
54. DADI FEI YING LAND OF THE CONDORS
55. YIN GOU DUFANG SILVER-HOOK GAMBLING HOUSE
56. YOULING SHANZHUANG PHANTOM MANOR
57. YUAN YUE WAN DAO FULL MOON CURVED SABRE GOLOK BULAN SABIT/DEWA GOLOK
58. BI XIE XI YIN CIANG GREEN-BLOOD SILVER-CLEANSING SPEAR
59. FEI DAO, YOU JIAN FE DAO FLYING KNIFE, FLYING KNIFE RETURNS
60. XIN YUE CHUANQI THE LEGEND OF THE NEW MOON
61. LIBIE GOU PARTING HOOK
62. FENG WU JIU TIAN THE PHOENIX DANCING ON THE NINTH LEVEL OF THE HEAVEN MANUSIA TANPA WUJUD
63. YINGXIONG WU LEI A HERO WITHOUT TEARS
64. QI XING LONG WANG SEVEN-STAR DRAGON KING
65. WUYE LANHUA THE ORCHID AT MIDNIGHT
66. FENG LING ZHONG DI DAO SHENG THE SOUND OF THE SABRE ACCOMPANIED BY WIND CHIMES
67. BAI YU DIAO LONG WHIE-JADE CARVED DRAGON LENCANA PEMBUNUH NAGA
68. JIAN SHEN YI XIAO THE SMILE OF THE SWORD GOD
69. NU JIAN KUANG HUA FURIOUS SWORD AND MAD FLOWERS
70. NA YI JIAN DE FENGQING THE SUBTLE TOUCH OF THE SWORD
71. BIAN CHENG DAO SHENG THE SOUND OF THE SABRE IN A BORDER TOWN
72. LIEYING, DUJU HUNTING HAWK, GAMBLING GAME

WANG DU LU

Wang Du Lu (1909-1977), nama pena dari Wang Bao Siang, lahir dalam sebuah keluarga Manchuria di Beijing. Dia merupakan seorang penulis Cerita Silat China yang terkenal sejak tahun 1930-an. Hampir semua karyanya mengambil tema utama seputar cinta dan tragedi. Ia dikenal sebagai salah satu dari empat orang pendiri “Penulis-penulis Cerita Silat dari Utara”, sehingga ia telah banyak mempengaruhi penulis-penulis di masa setelahnya.
Wang Du Lu menulis lebih dari 30 buah novel cerita silat secara keseluruhan. Yang paling terkenal, dari kesemua novel-novelnya tersebut, adalah lima buah novel berseri yang secara bersama-sama dikenal dengan sebutan Crane – Iron Pentalogy. Film “Crouching Tiger, Hidden Dragon” yang sangat terkenal dibuat berdasarkan buku yang ke-4 dari 5 buku Crane – Iron Pentalogy tersebut.
Crane – Iron Pentalogy secara lengkap terdiri dari:
NO. HOKKIAN INDONESIA
1. HO KENG KUN LUN HOO MENGGENTARKAN KUN LUN
2. PO KIAM KIM CEE PEDANG MUSTIKA DAN TUSUK KUNDAI EMAS
3. KIAM KIE CU KONG PEDANG BERKELEBATAN DAN MUTIARA BERKILAUAN
4. GO HOUW CONG LIONG HARIMAU MENDEKAM DAN NAGA BERSEMBUNYI
5. TIAT KIE GIN PAN PENDEKAR BESI, POT (KEMBANG) PERAK

Wang Du Lu juga terkenal dengan karya-karya cerita silatnya yang “membumi”, cerita-cerita silatnya selalu didasarkan kepada kenyataan. Tokoh-tokoh dalam karyanya digambarkan sebagai manusia biasa, yang bisa merasa lapar, sakit flu, dan kehabisan uang dan bekal. Tidak seperti tokoh-tokoh dalam novel Jin Yong, Liang Yu Sheng, Gu Long, dan yang lainnya, tokoh dalam novel karya Wang Du Lu memiliki ilmu yang terbatas. Tokoh yang bisa ilmu menotok jalan darah jumlahnya sangat sedikit dan sudah dapat dikatakan yang paling hebat. Bahkan dalam salah satu karyanya (Zi Feng Biao), pendekar yang bisa melempar piau sudah yang paling hebat. Ilmu tenaga dalam dalam karya Wang Du Lu digambarkan hanya dapat digunakan untuk melompat sampai ke atap rumah, bahkan seringkali diceritakan dalam novelnya sang tokoh melompat hanya sampai ujung atap, bergelantung, baru kemudian naik dan merambat sampai ke atas atap. Adegan dalam film “Crouching Tiger, Hidden Dragon” di mana sang tokoh Li Mu Bai mampu berdiri tegak di ranting pohon bambu yang tipis dan berayun-ayun tidak bakalan dan memang tidak ada dalam cerita aslinya.

Kemenarikan karya-karya Wang Du Lu terdapat dalam kekuatan alur ceritanya, memanfaatkan suasana konflik sosial dalam masyarakat, yang berlatarbelakangkan keadaan masyarakat China di bagian akhir jaman dinasti Qing.

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.